Belajar IPS

Angin Lembah dan Angin Gunung

Tinggalkan komentar

Angin Lembah

  • Pengertian angin lembah

Angin lembah adalah angin yang bergerak dari lembah menuju gunung akibat dari suhu di lembah lebih rendah (tekanan tinggi) sedangkan suhu di gunung lebih panas (tekanan rendah).

  • Proses terjadinya angin lembah

Ketika matahari terbit, gunung adalah daerah yang pertama kali mendapat panas dan sepanjang hari selama proses tersebut gunung mendapat energi panas lebih banyak daripada lembah. Sehingga suhu di gunung lebih tinggi dari pada suhu di lembah gunung. Hal ini mengakibatkan, udara panas dari gunung naik dan digantikan oleh udara dingin dari lembah, sehingga terjadi aliran udara (angin) dari lembah menuju gunung.

  • Waktu

Angin lembah terjadi pada waktu siang hari.

  • Manfaat

Angin lembah bermanfaat untuk membawa awan yang penuh dengan uap air ke daerah gunung yang kemudian akan menurunkan hujan.

Angin Gunung

  • Pengertian angin gunung

Angin gunung adalah angin yang bergerak dari gunung menuju lembah akibat dari suhu di gunung lebih tinggi (tekanan rendah) sedangkan suhu di lembah lebih dingin (tekanan tinggi).

  • Proses terjadinya angin gunung

Ketika sore hari (matahari mulai terbenam), gunung telah mendingin sedangkan lembah masih panas (dalam proses mengeluarkan panas). Sehingga suhu di lembah lebih panas daripada suhu di gunung. Hal ini mengakibatkan, udara panas dari lembah naik dan digantikan oleh udara dingin dari gunung, sehingga terjadi aliran udara (angin) dari gunung menuju lembah.

  • Waktu

Angin gunung terjadi pada waktu sore hari atau saat matahari terbenam.

This gallery contains 0 photos

Belajar Menyanyi Mars PKK

Tinggalkan komentar

 

9

Lirik Mars PKK

Marilah hai semua Rakyat Indonesia
membangun segra
Membangun kluarga yang sejahtera
dengan P K K

Hayatilah dan amalkan Pancasila
untuk Negara
Hidup gotong royong, makmur pangan dan sandang
rumah sehat sentosa

Tata laksana di dalam rumah tangga
rapi dan indah
Didiklah putra berpribadi bangsa
trampil dan sehat

Kembangkan koprasi jagalah lingkungan
dan sekitarnya
Aman dan bahagia kluarga berencana
Hidup jaya P K K

IPS KELAS IX IPS TERPADU KARAKTERISTIK SAMUDRA PASIFIK, ATLANTIK, HINDIA, DAN ARTIK

Tinggalkan komentar

Karakteristik Samudra

Di dunia ini terdapat empat samudra yang mesing-masing memiliki karakteristik tersendiri.

KarakteristikSamudra Pasifik

Nama Pasifik berasal dari bahasa Spanyol yaitu “pacifico” yang berarti “tenang”. Samudra Pasifik menempati sepertiga dari luas bumi kita (179,7 juta km2). Samudra ini mempunyai panjang sekitar 15.500km yang terbentang dari Laut Bering (di Artik) sampai batasan es di Laut Ross (di Antartika). Lebar samudra ini (dari timur – barat) sekitar 5°U garis lintang dan terhampar ± 19.800 km mulai dari kawasan Kepualauan Indonesia sampai Pantai Kolombia.
Batas-batas Samudra Pasifik adalah:
1) sebelah barat: di antara Asia dan Australia
2) sebelah timur: Pantai Amerika
3) sebelah Selatan: Benua Antartika
4) sebelah utara: Lutan/Samudra Arktik

Adapun kekhasan Samudra Pasifik adalah sebagai berikut.

1) Di samudra inilah, terdapat Palung Mariana yang merupakan titik terendah permukaan bumi berada.
2) Samudra ini merupakan samudra terluas di dunia.
3) Samudra Pasifik berisi skitar 25.000-an kepulauan (lebih dari jumlah kepulauan yang berada di lautan dunia lainnya jika digabung) yang terbanyak terdapat di sebelah selatan khatulistiwa.
4) Di Samudra pasifik banyak terjadi peristiwa bencana alam, seperti gempa tektonik yang bersumber dari dasar samudra, angin puyuh/badai yang banyak merusak pulau pulau di bagian pantai pasifik, tsunami yang diakibatkan oleh gempa bumi dari dasar laut yang mampu menghancurkan kepulauan dan menghapus seluruh kota-kota pantai.
5) Di Samudra pasifik banyak terdapat gunung api yang terdapat di bawah laut (seamounts)

Karakteristik Samudra Atlantik

Nama Atlantik berasal dari kata dalam bahasa Yunani yang berarti “laut atlas”. Samudra Atlantik merupakan samudra terbesar kedua (setelah Samudra Pasifik) yang memiliki luas ± seperlima luas permukaan bumi. Samudra ini berbentuk seperti huruf “S” yang memanjang dari belahan bumi bagian utara hingga belahan bumi selatan, di mana garis khatulistiwa bertindak sebagai pembaginya. Oleh sebab itu dikenal dua Samudra Atlantik, yaitu Samudra Atlantik Utara dan Samudra Atlantik Selatan.
Batas-batas Samudra Atlantik
1) Sebelah barat: Benua Amerika (utara dan selatan)
2) Sebelah timur: Benua Eropa dan Afrika
3) Sebelah utara: Samudra Arktik
4) Sebelah slatan: Benua Antartika
Luas samudra ini ±106.450.000 km2. Jika lautan di sekitarnya tidak dihitung, luasnya menjadi 82.362.000 km2. Koordinat geografisnya 0O00 U, 25O00 B. Luas Samudra Atlantik ± 6½ kali negara Amerika Serikat. Kedalaman rata-rata samudra ini sekitar 3.332 m.
Beberapa karakteristik Samudra Atlantik adalah sebagai berikut.
1) Bentuknya yang meliuk (dari utara ke selatan) menyerupai huruf “S”.
2) Samudra Atlantik mempunyai pesisir pantai yang tidak beraturan (irregular) yang dibatasi berbagai teluk dan lautan.
3) Di samudra ini terdapat titik terendah di Lembah Milwauke di Palung Puerto Rico (- 8.605m)
4) Sering terjadi badai tropis di samudra ini. Badai tropis berkembang pada sekitar kawasan pesisir pantai Afrika dekat Tanjung Verd dan bergerak ke arah barat menuju Laut Karibia (Mei-Desember). Angin ribut merupakan hal biasa yang terjadi di Atlantik Utara pada musim dingin di utara yang menyebabkan perlintasan samudra menjadi lebih sulit dan berbahaya.
5) Terdapat dua terusan penting yang merupakan jalur perairan penting, yaitu Terusan Kiel dan Terusan Saint Lawrence

Karakteristik Samudra Hindia/Samudra Indonesia

Samudra Hindia merupakan samudra terbesar ketiga di dunia, meliputi hampir 20% permukaan air bumi. Samudra ini dipisahkan dengan Samudra Atlantik pada 20°timur meridian serta dipisahkan dengan Samudra Pasifik dengan 147°timur meridian. Luas total samudra ini 68.556 juta km2. Samudra Hindia meliputi Laut Andaman, Laut Arab, Teluk Bengala, Teluk Perna, Selat Malaka, Teluk Oman, Teluk Aden, dan Great Australian Bight.
Batas-batas Samudra Hindia adalah sebagai berikut.
1) Sebelah utara: kawasan Asia Selatan
2) Sebelah selatan: Laut Antartika
3) Sebelah barat: Jazirah Arab dan Afrika
4) Sebelah timur: Semenanjung Malaka, Kepulauan Indonesia dan Australia.
Beberapa kekhasan karakteristik Samudra Hindia.
1) Mempunyai titik terendah di Palung Jawa (-7.258m).
2) Terdapat banyak pelabuhan-pelabuhan penting yang ramai akan perdagangan, seperti Calcuta (India), Kolombo (Sri Lanka), Durban (Afrika Selatan), Jakarta (Indonesia), Karachi (Pakistan), Fremantle (Australia), Teluk Richards (Afrika Selatan)
3) Arusnya besar dan gelombangnya relatif tinggi.
4) Mempunyai sedikit pulau (Pulau Madagaskar dan Ceylon adalah pulau-pulau yang terbesar).

Karakteristik Samudra Arktik

Samudra Arktik berlokasi di belahan bumi bagian utara dan mayoritas berada di kawasan Arktik, kutub utara. Walaupun Organisasi Hidrografic Intenasional (IHO) menganggapnya sebagai samudra, namun para ahli samudra menyebutnya sebagai Laut Mediterania Arktik atau Laut Arktik. Samudra Arktik mengisi sebuah basin bundar dan memiliki luas sekitar 14.056.000 km² (± 1,5 kali luas USA). Panjang garis pantainya 45.389 km dengan letak geografis pada 90°00’ LU dan 0°00’BT. Batas-batas Samudra Arktik yaitu hampir dikelilingi olah daratan sepenuhnya, yaitu Asia Utara, Amerika Utara, Greenland, dan Jazirah Skandinavia/Eropa Utara.
Karakteristik yang dimiliki Samudra Arktik adalah sebagai berikut.
1) Merupakan samudra terkecil dan terdangkal di antara samudra yang ada di dunia.
2) Samudra ini selalu tertutup oleh es, baik pada musim dingin maupun musim sepanjang tahun.
3) Suhu dan kadar garamnya selalu berubah-ubah tergantung musim dan es yang menutupinya (sedang mencair atau meleleh)
4) Mempunyai kadar garam terendah dibandingkan samudra-samudra lain di dunia (hal ini disebabkan rendahnya penguapan dan terbatasnya keluarnya air dari samudra ke daerah selatannya dengan masukan air tawar ke Samudra Arktik dalam jumlah yang besar).
5) Terdapat basin dengan kedalaman 4.000 – 5.450 meter.
6) Titik terendah terdapat di Basin Eurasia (-5.450m)
7) Mempunyai bentuk dasar samudra yang sangat bervariasi, yaitu dengan adanya faultblock- ridge, plans of the abyssal zone, laut-laut dalam dan basin-basin.
8) Mempunyai iklim kutub sepanjang tahun (suhu rata-rata -2°C).
foto dg smp1

This gallery contains 1 photo.

Tahukah ?

Tinggalkan komentar

 

Macam-Macam Danau

Danau Tektonik

Danau yang terjadi karena penurunan permukaan bumi sebagai akibat pergeseran atau patahan oleh tenaga endogen. Penurunan tersebut membentuk suatu cekungan kemudian terisi air. Contoh : Danau Maninjau, Kerinci, Ranau, Singkarak (di Pulau Sumatera), dan Danau Poso, Towuti, Matana (di Pulau Sulawesi).

Danau Vulkanik

Danau yang terjadi karena letusan gunung berapi atau aktivitas vulkanisme, yang dapat memunculkan bentukan kawah (danau kawah, kaldera, dan maar yang kemudian terisi hujan). Contoh : Danau Gunung Kelud (Jawa Timur), Danau Kelimutu (Flores), Danau Kawah Sileri (Dieng Jawa Tengah), dan Danau Lokon (Sulawesi Utara). Contoh danau kaldera atau maar adalah danau Gunung Lamongan (Jawa Timur).

Danau Tektovulkanik

Danau yang terjadi karena percampuran aktivitas vulkanisme dan pergerakan batuan beku ke bawah pada saat proses letusan gunung. Contoh : Danau Toba di Sumatera Utara.

Danau Terbendung Secara Alami

Danau yang terjadi karena lembah sungai terbendung oleh aliran lava gunung berapi pada saat terjadi erupsi. Contoh : Danau Tondano (Sulawesi Utara), Danau Laut Tawar (Aceh), Danau Sentani (Papua), dan Danau Bandung Purba yang kini telah mengering.

Danau Dolina atau Karst

Danau yang terjadi karena pelarutan tanah kapur secara vertical sampai pada lapisan yang resisten (kedap air), sehingga terbentuk cekungan yang terisi air. Contoh : Danau di daerah Gunung Kidul, Wonosari, dan Yogyakarta.

Danau Buatan

Danau yang dibuat oleh manusia dengan cara membendung sungai atau beberapa sungai menjadi satu pada suatu lembah. Danau buatan sering disebut waduk, bedungan, atau DAM. Contoh : Waduk Gajah Mungkur (Jawa Tengah), Waduk Jatiluhur (Jawa Barat), dan Waduk Karang Kates (Jawa Timur).

 

Macam-Macam Angin

Tinggalkan komentar

Angin Darat

Angin darat adalah angin yang bertiup dari darat ke laut dan terjadi pada malam hari. Angin darat dapat terjadi karena pada malam hari daratan lebih cepat dingin (bertekanan udara maksimum), sedangkan laut masih menyimpan panas dari penyinaran matahari pada siang harinya (bertekanan udara minimum).

Angin Laut

Angin laut adalah angin yang bertiup dari laut ke darat dan terjadi pada siang hari. Angin laut dapat terjadi karena pada siang hari daratan lebih cepat panas karena pemantulan sinar matahari kembali (bertekanan udara minimum), sedangkan lautan masih bertemperatur dingin karena sinar matahari yang diterima oleh air laut disimpan (bertekanan udara maksimum).

Angin Gunung

Angin gunung adalah udara yang bergerak dari gunung ke lembah dan terjadi pada malam hari. Hal ini dapat trjadi karena tekanan udara di atas lereng gunung pada malam hari lebih tinggi (dingin) dari pada tekanan udara di lembah.

Angin Lembah

Angin lembah adalah udara yang bergerak dari lembah ke puncak dan terjadi pada siang hari. Hal ini dapat terjadi karena tekanan udara di atas lereng gunung pada siang hari lebih tinggi (panas) dari pada tekanan udara di lembah.

Angin Siklon

Angin siklon adalah udara yang bergerak dari beberapa daerah bertekanan udara tinggi menuju ke titik pusat tekanan udara rendah. Gerakan udara ini terlihat berputar dari beberapa daerah bertekanan udara tinggi yang mengelilingi daerah bertekanan udara rendah.

Angin Antisiklon

Angin antisiklon adalah udara yang bergerak dari suatu daerah sebagai pusat bertekanan udara tinggi menuj ke daerah tekanan dara rendah yang mengelilinginya.

Angin Fohn

Angin Fohn adalah angin yang turun dari lereng pegunungan. Angin tersebut bersifat kering dan panas. Hal ini dapat terjadi karena udara yang turun mendapatkan pemanasan secara dinamis. Bersamaan dengan itu, kelembaban nisbi turun dengan cepat, sehingga udara yang mencapai dataran merupakan udara panas dan kering. Angin fohn disebut juga sebagai angin jatuh atau angina pi. Di daerah laut tengah angin fohn dinamai sirocco, di Argentina dinamai Zanda, dan di Amerika Serikat bagian barat dikenal dengan nama Chinook. Berikut beberapa angin fohn  yang ada di Indonesia.
  • Angin Gending, di daerah Probolinggo dan Pasuruan, Jawa Timur.
  • Angin Kumbang, di daerah Tegal, Brebes (batas sebelah barat Jawa Tengah) dan di Cirebon (batas sebelah timur Jawa Barat).
  • Angin Brubu, di daerah Makassar (Makassar, Sulawesi Selatan).
  • Angin Wambrau, di daerah Biak (Papua/Irian Jaya).
  • Angin bahorok, di daerah Deli (Sumatera Utara).
  • Angin Puyuh, di daerah Sangir-Talaud (Sulawesi Utara) dan di Pulau Rote (Nusa Tenggara Timur).

This gallery contains 2 photos

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.